1. mol Al = 5,4/27=0,2mo
Reaksi : 2Al(s) + 6HCl(aq) 2AlCl3(aq) + 3H2(g)
0,2mol 0,3 mol
Volum H2 = 0,3 mol x 22,4 L = 6,72 L
( jawaban = e )
2. Tepat bereaksi syaratnya adalah jumlah mol H+ = OH-.
Mol NaOH = M x V x Jumlah OH- = 0,05M x 10 mL x 1 = 0,5 mmol.
Sehingga dari semua pilihan yang tidak tepat bereaksi adalah ;
10 ml larutan H2SO4 0,0025 M. karena mol H+ = MxVx Jumlah H+= 0,0025Mx10mLx2=0,05 mol.
(Jawaban : e)
3. mol H2 = 33,6/22,4 = 1,5 mol
jadi perbandingan mol logam L : H2 = 1 : 1,5 = 2: 3.
Reaksi : 2L + 3H2SO4 → L2(SO4)x + 3H2 , maka x = 3. sehingga senyawa yang dibentuk adalah : L2(SO4)3
(jawaban = c)
4. CaO(S) + H2O(L) → Ca(OH)2(aq)
Ca(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) → CaCl2(aq) + 2 H2O(l)
mol HCl = 20 x 0.30 = 6 mmol
mol Ca(OH)2 = mol CaO = 1/2 x mol HCl = 1/2 x 6 = 3 mmol
massa CaO = 3 x 56 = 168 mg = 0.168 gram
Kadar kemurnian CaO = 0.168/0.56 x 100% = 30%
(Jawab: a)
5. Fe2S3 (s) + 6HCl (aq) → 2FeCl3(aq) + 3H2S(g)
0,2 mol 0,6 mol
massa Fe2S3(s) = n x Mr
= 0,2 x 208
= 41,60 gram
(Jawaban : c)

6. 2NO(g) + O2(g) → N2O4(g) H = a kJ
2NO2(g) → 2NO(g) + O2(g) H = -2b kJ
___________________________________________________ +
2NO2(g) ) → N2O4(g) H = (a-2b) kJ
Jawaban: a
7. 2C(s) + ½ O2(g) +3H2(g) → C2H5OH(l) H = -278 kJ
C(s) + O2(g) → CO2(g) H = – 393,5 kJ
H2(g) + O2(g) → H2O(l) H = -286 kJ
C2H5OH (l) → 2C(s) + ½ O2(g)+ 4H2(g) H = 278 kJ
2C(s) + 2O2(g) → 2CO2(g) H = -787 kJ
3H2(g) + O2(g) → 3H2O (l) H = -858 kJ +
C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l) H = -1367 kJ
Jadil kalor yang dihasilkan = x 1367 = 2971,7 kJ
Jawaban: c
8. 5,6/22,4 = 1;4.72 = 18 kJ
Jawaban: a
9. C2H6(g) → 2C(g) + 3H2(g) H = 84,68 kkal
2C(s) + 2O2(g) → 2CO2(g) H = -787 kkal
3H2(g) + O2(g) → 3H2O (g) H = -725,8 kkal
________________________________________________________ +
C2H6 + O2(g) 2→ CO2(g) + 3H2O(g) H = -1427,72 kkal
mol C2H6 = 15/30
H pada penguraian C2H6 = ½ . 1427,72 = 713,86 kkal
Jawaban: a

10. H H H
  
H – C – C – C – H + 5O = O  4H – O – H + 3O = C = O
  
H H H

H = [8(C-H) + 2(C-C) + 5 (O=O)] – [8(O-H) + 6(C=O)]
= [8×414+2×348+5×500] – [8×464+6×740]
= -1644 kJ mol-1
Jadi entalpi pembakaran 100 mol propana adalah 164400 kJ
Jawaban : e

11. Jawaban : c
H
H C O-H + 3/2 (O =O)  O = C = O + 2 (H – O –H)
H
H reaksi = 3(C-H)+ (C-O) + (O-H) + 1/2 (O=O)} – { 2(C=O) + 4(H-O)}
= {3(99) + 85 + 111 + 3/2 (119)} – {2(173) + 4(111)}
= 118,5 kkal
12. .Sesuaikan ruas dan koefisien dari zat-zat yang bereaksi :
2 x ( MO2 + CO → MO + CO2  H = – 20 kJ)
2/3 x ( 3 MO + CO2 → M3O4 + CO2  H = – 6 kJ)
1/3 x ( 2 M3O4 + CO2 → 3 M2O3 + CO  H = + 12 kJ)
2 MO2 + CO → M2O3 + CO2  H = – 40 kJ
Jawab : a
13. .Reaksi pembentukan Ca(OH)2 adalah Ca + O2 + H2 → Ca(OH)2
Dengan menggunakan data di atas :
½ x ( 2 H2 + O2 → 2 H2O  H = – 571 kJ)
½ x ( 2 Ca + O2 → 2 CaO  H = – 1269 kJ)
CaO + H2O → Ca ( OH ) 2  H = – 64 kJ
Ca + O2 + H2 → Ca ( OH )2  H = – 984 kJ
Jawab : a
14. HCl(aq) + NaOH(aq)  NaCl(aq) + H2O(l)
Dari persamaan reaksi di atas terlihat setiap 1 mol Cl bereaksi dengan 1 mol NaOH.
Banyaknya Cl dalam 100 cm3 larutan = 0,1 liter HCl 0,3 M adalah :
M =
mol = 0,3 x 0,1 = 0,03 mol
Banyaknya NaOH dalam 50 cm3 = 0,05 liter larutan NaOH 0,2 M adalah :
0,2 =
mol = 0,2 x 0,05 = 0,01 mol
Karena banyaknya mol NaOH lebih sedikit berarti yang bersisa adalah HCl. Banyaknya
HCl yang tersisa adalah :
sisa HCl = 0,03 mol – 0,01 mol = 0,02 mol
Jawab : d

15. mC = 52 gr
mH = 13 gr
mO = 35 gr
nC = 52/12 mol
= 4,13
nH = 13/1
= 13
nO = 35/16
= 2,2
Perbandingan mol C : H : O = 4,13 : 13 : 2,2
= 2 : 6 : 1 j
Jadi rumus empiris senyawa tersebut : C2H6O
Jawaban : a
16. Fe + 2HCl → FeCl2 + H2
n H2 = 6,72/22.4 = 0,3 mol
n Fe = m/Ar mol
0,3 mol = m / 56
m Fe = 16,8 gram
% kemurnian Fe =16,8/20 x 100% = 84%
Jawaban : e
17. misal
massa Cu = x gram (tidak bereaksi)
massa Mg = (10 – x) gram, maka mol Mg = (10 – x) /24 mol
Reaksi I Mg + 2HCl → MgCl2 + H2
(10-x)/24 mol
Reaksi II Cu + HCl → tidak bereaksi
(10 – x) /24 = 0,3
10 – x = 24 x 0,3
x = 2,8 gram
massa Mg = 10 – 2,8 = 7,2 gram
massa Cu = 2,8 gram
% Mg = 7,2 / 10 x 100%
= 72%
% Cu = 2,8 / 10 X 100%
= 28%
Jawaban : A
18. 2 gram H2C2O4 . 2H2O
m H2C2O4 =
=
mol H2C2O4 =

H2C2O4 + 2NaOH  Na2 C2O4 + 2H2O

mmol H2C2O4 = 30 ml x 0,08 = 2,4 mmol
mmol NaOH = 2 x 2,4 = 4,8 mmol

Materi : Struktur atom, sisper, ikatan kimia Waktu : 60 menit

I. Pilihlah jawaban yang paling benar

1. Bila Al (nomor atomnya = 13) membentuk Al3+ maka susunan elektron terluarnya adalah …..
a. 4s2 4p6 b. 6s22P6 c. 2s2 d. 2s22p6 e. 3s23p6
2. Lima unsur A,B,C,D dan E masing-masing mempunyai susunan elektron sebagai berikut :
A. 1s2 2s2 2p6 3s1
B. 1s2 2s2 2p6 3s2
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 5s1
pasangan-pasangan di bawah ini yang merupakan unsur dari satu golongan yang sama
adalah …
a. A dan B c. A dan E e. A dan D
b. A dan C d. D dan E
3. Unsur X dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 2s1 mempunyai sifat …
a. mempunyai potensial ionisasi terbesar di antara unsur seperioda
b. dapat membentuk oksida dengan rumus XO2
c. dapat membentuk hidroksida yang sukar larut dalam air
d. dapat membentuk senyawa halida dengan klor dengan rumus XCl
e. mempunyai jari-jari terkecil di antara unsur seperioda
4. Unsur-unsur golongan alkali tanah sifat-sifat kimianya hampir sama karena
a. jumlah elektronnya sama
b. jumlah elektron pada dua orbital terluarnya sama
c. jumlah elektron pada kulit terluarnya sama
d. jumlah protonnya sama
e. konfigurasi elektronnya sama
5. Diantara unsur-unsur di bawah ini yang paling mudah membentuk ion negatif adalah
a. 17Cl b. 11Na c. 12Mg d. 15P e.😯
6. Atom-atom unsur logam dalam satu golongan dari atas ke bawah kecenderungan melepaskan
elektron valensinya makin besar sebab
a. potensial ionisasinya makin besar d. nomor massanya makin besar
b. jari-jari atomnya makin besar e. muatan intinya makin besar
c. afinitas elektronnya makin besar
7. Suatu unsur X dengan nomor atom 27 mempunyai jumlah orbital …
a. 8 b. 10 c. 13 d. 14 e. 15
8. Konfigurasi elektron atom Fe [Ar] 3d6 4s2 jumlah elektron yang tidak berpasangan pada
atom Fe adalah …
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5
9. Unsur X terdapat dalam golongan karbon dan unsur Y mempunyai nomor atom 17. Senyawa
yang dapat terbentuk dari kedua unsur tersebut adalah ….
a. XY b. X2Y c. XY2 d. XY3 e. XY4
10. Tabel pengisian elektron-elektron ke dalam subkulit :
Unsur Pengisian elektron
I
II
III
IV
V
1s2 2s2
1s2 2s2 2p5 3s2
1s2 2s2 2p6 3s1 3p1
1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 4s1
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5
Pengisian elektron yang benar menurut aturan Aufbau adalah …
a. I dan V b. I dan II c. II dan V d. III dan V e. IV dan V
11. Unsur X bernomor atom 8, maka harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir unsur
tersebut adalah …
a. n = 2; l = 0; m = 0; s = – 1/2 d. n = 2; l = 1; m = -1; s = + 1/2
b. n = 2; l = 1; m = 1; s = +1/2 e. n = 2; l = 1; m = -1; s = – 1/2
c. n = 2; l = 1; m = 0; s = – 1/2
12. Argon mempunyai nomor atom 18. Ion berikut yang mempunyai konfigurasi electron [Ar] 3d4
adalah …
a. 20Ca2+ b. 22Ti2+ c. 24Cr2+ d. 25Mn2+ e. 26Fe2+
13. Diantara unsur-unsur 3P, 12Q, 19R, 33S dan 53T, yang terletak dalam golongan yang sama
pada sistem periodik adalah …
a. P dan Q c. P dan R e. R dan T
b. Q dan S d. S dan T
14. Suatu logam divalent L sebanyak 8 gram, dilarutkan ke dalam HCl berlebih dan diperoleh 4,48
dm3 gas hidrogen (STP). Jika logam ini memiliki 20 netron, maka letaknya dalam sistem
periodik …
a. golongan IIA, periode 2 c. golongan IIA, periode 4 e. golongan IVA, periode 4
b. golongan IIA, periode 3 d. golongan IVA, periode 3
15. Unsur yang jari-jari atomnya terbesar adalah …
a. 11Na b. 13Al c. 14Si d. 17Cl e. 12Mg
16. Unsur-unsur A,B, dan C terletak pada periode 3 sistem periodik. Oksida unsur A dalam air
menghasilkan larutan yang mempunyai pH<7, sedangkan unsur B dengan air bereaksi
menghasilkan gas hidrogen. Percobaan lain menunjukkan bahwa unsur C dapat bereaksi baik
dengan larutan asam maupun basa. Susunan unsur-unsur tersebut dalam sistem periodik
dari kiri ke kanan adalah :
a. A,C,B b. C,A,B c. B,A,C d. A,B,C e. B,C,A
17. Diketahui nomor atom H = 1; C=6; N = 7; O = 8; P=15; dan Cl =17. Senyawa berikut
mengikuti aturan
octet, kecuali …
a. CHCl3 b. NH3 c. H2O d. CH4 e. PCl5
18. Suatu senyawa dengan rumus molekul XY. Jika konfigurasi electron atom X: 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2 dan konfigurasi electron atom Y: 1s2 2s2 2p4, maka XY mempunyai ikatan…
a. kovalen polar c. kovalen koordinasi e. logam
b. kovalen non polar d. ion
19. Unsur X mempunyai nomor atom 20. Senyawa garamnya bila dipanaskan akan menghasilkan
gas yang dapat mengeruhkan air barit. Rumus senyawa tersebut adalah …
a. X2SO4 b. XSO4 c. X2CO3 d. XCO3 e. XCl2
20. Senyawa manakah yang tidak membentuk ikatan hidrogen antar molekulnya ?
a. CH3CHO b. CH3NH2 c. CH3OH d. NH3 e. NH4OH

II. Berilah jawaban dan alasan dengan benar

21. Tentukan nomor atom, jika diketahui bilangan kuantum elektron terakhirnya sebagai berikut:
n = 4; l = 3; m = 0; s = +½

22. Tentukan bentuk molekul, orbital hibridanya dan gambarkan geometri molekul dari PCl5

JAWABAN SOAL PEMANTAPAN UNTUK MATERI : STRUKTUR ATOM, SISPER DAN IKATAN KIMIA

1. Jawab : d
Konfigurasi Al : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
Ion Al3+ berarti melepaskan 3 elektron terluarnya (electron valensinya), maka konfigurasi electron sekarang menjadi : 1s2 2s2 2p6 , jadi susunan electron terluarnya adalah 2s2 2p6.
2. Jawab : c
Dalam satu golongan utama jumlah electron terluarnya pasti sama yaitu pada A dan E jumlah electron terluarnya sama dengan 1.
3. Jawab : d
Unsur X termasuk golongan IA yang mempunyai kecenderungan untuk melepaskan 1 elektron membentuk ion positip X+, sedangkan unsur Cl terletak pada golongan VIIA mempunyai kecenderungan menerima 1 elektron membentuk ion Cl-. Jadi senyawa yang terbentuk dari kedua ion tersebut adalah senyawa halida dengan rumus : XCl.
4. Jawab : c
Dalam satu golongan jumlah elektron pada kulit terluarnya pasti sama
5. Jawab : a
Semakin ke kanan dalam sistem periodik jari-jari atomnya semakin kecil, mengakibatkan daya tarik inti atom terhadap elektron pada kulit terluarnya semakin besar, maka kecenderungan membentuk ion negatif juga semakin besar. Jadi unsur 17Cl mempunyai kecenderungan membentuk ion negatif.
6. Jawab : b
Dalam sistem periodik dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari atomnya semakin besar, sebab jumlah kulit atom bertambah, sedangkan elektron valensinya tetap akibatnya gaya tarik inti atom terhadap elektron valensinya berkurang. Jadi elektron terluarnya mempunyai kecenderungan untuk melepaskan diri.
7. Jawab : e
27X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s2
Orbital pada 1s2 = 1; 2s2 = 1; 2p6 = 3; 3s2 = 1; 3p6 = 3; 3d7 = 5; 4s2 = 1.
Jadi jumlah orbital untuk 27X = 1 + 1 + 3 + 1 + 3 + 5 + 1 = 15
8. Jawab : d

3d 4s
Jadi jumlah elektron yang tidak berpasangan ada 4 elektron.
9. Jawab : e
Unsur X termasuk golongan karbon terletak pada golongan IVA, mempunyai 4 elektron valensi
Unsur Y yang mempunyai nomor atom 17 , termasuk golongan VIIA, mempunyai 7 elektron valensi
Kedua unsur tersebut membentuk suatu ikatan kovalen dengan rumus XY4.
10. Jawab : a
Prinsip Aufbau : Pengisian elektron dalam sub kulit dimulai dengan nilai energi yang paling rendah dan
seterusnya menurut kenaikan energinya, sehingga pengisian elektron dimulai dari 1s, 2s, 2p,3s,3p dst. Sesuai
dengan aturan Aufbau.
11. Jawab : e
Unsur X mempunyai nomor atom = 8. Konfigurasi elektronnya : 1s2 2s2 2p4` m = -1 0 +1
Jadi 4 bilka untuk elektron terakhir adalah : n =2; l=1; m = -1; s = -1/2
12. Jawab : c
Untuk membentuk ion positip, elektron dilepaskan mulai dari kulit terluar.
24Cr : [Ar] 3d4 4s2 maka untuk menjadi ion Cr2+ harus melepas 2 elektron pada kulit terluarnya.
Jadi konfigurasi elektronnya sekarang : [Ar] 3d4.
13. Jawab : c
P : 1s2 2s1 = Golongan IA
Perioda 2
Q : 1s2 2s2 2p6 3s2 = Golongan IIA
Perioda 3
R : [Ar] 4s1 = Golongan IA
Periode 4
S : [Ar] 3d10 4s2 4p3 = Golongan VA
Periode 4
T : [Kr] 4d10 5s2 5p5 = Golongan VIA
Periode 5
14. Jawab : c
Reaksi : L(s) + 2 HCl(aq) → LCl2(aq) + H2(g)
Mol H2 = 4,48/22,4 mol = 0,2 mol
Mol L = 1/1x 0,2 mol = 0,2 mol
Ar L = 8/0,2 = 40
Nomor atom (z) = L = Ar – Σ n = 40 – 20 = 20
Konfigurasi electron : [Ar] 4s2 termasuk golongan IIA, periode 4
15. Jawab : a
Dalam sistem periodik pada satu periode dari kiri ke kanan jari-jari atomnya semakin kecil, sebab kulit atom tetap, sedangkan muatan inti bertambah mengakibatkan gaya tariknya semakin besar.
Jadi jari-jari terbesar dimiliki oleh Na, sedangkan jari-jari terkecil dimiliki oleh Cl.
16. jawab ; e
Unsur-unsur A,B, dan C terletak pada periode 3 sistem periodik.
Oksida unsur A dalam air menghasilkan larutan yang mempunyai pH< 7 berarti bersifat asam. Jadi unsur A adalah non logam, maka A terletak di sebelah kanan dalam sisper.
Unsur B bereaksi dengan air menghasilkan gas Hidrogen. Jadi B merupakan logam yang sangat reaktif terhadap air, terletak di sebelah kiri dalam sisper.
Unsur C dapat bereaksi dengan asam, maupun basa, maka unsure C merupakan logam amfoter yang terletak di tengah sisper.
Jadi susunan unsur-unsur tersebut dalam sisper dari kiri ke kanan adalah : B, C, A
17. Jawab : e
Teori octet menyatakan bahwa disekitar atom pusat terdapat 4 pasang electron ikatan (8 elektron), sedangkan pada PCl¬5, atom pusatnya P terdapat 5 pasang electron ikatan (10 elektron), disebut dengan super octet.
18. Jawab : d
X mempunyai konfigurasi electron : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 , mempunyai kecenderungan untuk melepaskan 2 elektron membentuk ion X2+.
Y mempunyai konfigurasi electron : 1s2 2s2 2p4, mempunyai kecenderungan untuk menangkap 2 elektron membentuk ion Y2-.
Ikatan yang terbentuk antara ion X2+ dan ion Y2- menjadi XY adalah ikatan ion.
19. Jawab : d
Unsur X yang mempunyai nomor atom 20, berarti unsur Ca.
Senyawa yang dipanaskan dan menghasilkan gas adalah CaCO3.
Reaksinya : CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)
CO2(g) + Ba(OH)2(aq) → BaCO3(s) + H2O(l)
Air barit (barium hidroksida)
20. Jawab : a
Ikatan hidrogen antar molekul terdapat pada molekul-molekul yang mempunyai atom hidrogen yang terikat pada atom N, O atau F. Pada molekul CH3CHO, atom H tidak terikat pada atom O.
H
H-C-C-H
H
21. Bilka : n = 4; l = 3; m = 0; s = +½ → 4f
m = -3 -2 -1 0 +1 +2 +3

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p 6 6s2 4 f 4 → Jumlah elektronnya = 56
Jadi nomor atomnya = 56
22. Atom pusat PCl5 adalah 15P, konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3

Keadaan dasar :

Promosi elektron :
s p3 d
Hibridisasi

Jadi orbital hibridanya : sp3d
Bentuk molekulnya : Bipiramida trigonal
Geometri molekulnya :

Welcome to WordPress.com.
DERAJAT KEASAMAN / EKSPONEN HIDROGEN (pH)
Untuk menyatakan tingkat atau derajat keasaman suatu larutan, maka pada tahun 1910 seorang ahli biokimia Denmark, bernama Soren Pieter Lennart Sorense (1868 – 1939), mengusulkan persamaan :
pX = – log X
jika X = 10-a, maka pX = -log 10-a = a
jika X = b x 10-a, maka pX = -log b x 10-a = a – log b
jadi :
jika Kw = [H+] [OH-] = 10-14
pKw = – log Kw = (- log H+) + (- log OH-) = 14
pKw = pH + pOH = 14
Keasaman dan kebasaan suatu larutan dapat kita ukur dengan melihat harga pH :
Makin kecil pH suatu larutan, maka larutan tersebut makin asam
Makin besar pH suatu larutan, maka larutan tersebut makin basa
Latihan soal :
1.Hitunglah pH masing-masing dari larutan di bawah ini :
a. HNO3 0,01 M [H+] = a.Ma = 1.0,01 M = 0,01 M pH = -log 10-2 = 2
b. H2SO4 0,02 M [OH-] = 2.0,02 = O,04 m pH = – log (4. 10-2) = – log 4. 10-2 = 2 – log4
= 1,2
c. Ba (OH)2 0,03 M [OH-] = 2. 0,03 = 0,06 m pOH = -log [OH-] = – log. 0,06 = -log 6.10-2
= 2 – logb
d. HNO2 0,04 M (Ka = 5 x 10-4)
e. NH4OH 0,05 M (Kb = 10-6)
f. 100 ml larutan CH3COOH 0,1 M (Ka = 10-5)
g. 100 ml larutan HCN 0,1M (Ka = 1,90 x 10-5)
2.Sebanyak 2 gram H2SO4 dilarutkan dalam air sehingga volume larutan menjadi 400 ml.
Hitunglah pH larutan !
M H2SO4 =
3.Sebanyak 4 gram kalsium hidroksida dilarutkan dalam air sehingga volume larutan 300 mL.
hitunglah pH larutan !
4.Sebanyak 50 mL gas HCI diukur pada tekanan 75 cmHg dan suhu ruangan adalah 250C (R =
0,082), dilarutkan dalam air hingga volume larutan menjadi 600 mL. Hitunglah pH larutan!
5.Berapa garam Ca (OH)2 yang terlarut dalam 300 mL, larutan dengan pH = 9 ?
6.Hitunglah pH larutan jika :
a.Ke dalam 20 mL larutan H2SO4 52% yang massa jenis 1,3 ditambahkan air sebanyak 800
mL.
b.Ke dalam 5 mL larutan Ca(OH)2 40% yang massa jenisnya 1,5 ditambahkan air sebanyak 950
mL.
7.Hitunglah pH campuran berikut :
a.200 mL larutan 0,1 M KOH dicampur dengan 300 mL 0,2 M KOH
b.100 mL larutan 0,2 M HCI dicampur dengan 200 mL 0,3 M HCI
c.100 mL larutan 0,1 M CH3COOH dicampur dengan 200 mL larutan 0,2 M CH3COOH (Ka = 10-6)
d.100 mL larutan 0,1 M NH4OH dicampur dengan 200 mL larutan 0,2 M NH4OH (Kb = 10-5)<br
e.100 mL larutan 0,1 M H2SO4 dicampur dengan 100 mL larutan 0,1 M CH3COOH (Ka = 10-5)<b
f. 100 mL larutan KOH 0,1 M dicampur dengan 100 mL larutan 0,1 M NH4OH (Kb = 10-6)